Ilustrasi hacker (Foto:  Pinterest)
Ilustrasi hacker (Foto: Pinterest)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) angkat bicara terkait bocornya 2,3 juta data kependudukan warga Indonesia.

Dikatakan oleh Komisioner KPU, Viryan Azis kini pihaknya telah melakukan penelusuran terkait dugaan bocornya jutaan data kependudukan tersebut. 

Diketahui, data-data tersebut ada dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014.

Saat ini, pihak KPU telah mengecek kondisi server data untuk menindaklanjuti informasi mengenai bocornya data kependudukan. 

"KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut, melakukan cek kondisi internal atau server data dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," kata Viryan dikutip melalui Kompas.com.  

Dijelaskan Viryan, sesuai dengan bunyi regulasi, softfile data KPU tersebut memang bersifat terbuka. 

"Softfile data KPU tersebut, format pdf, dikeluarkan sesuai regulasi dan untuk memenuhi kebutuhan publik bersifat terbuka," jelas Viryan. 

Regulasi itu tertera pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum. 

Lebih lanjut, Viryan berjanji jika pihak KPU akan menyampaikan info lebih lanjut terkait hal ini.  
 

Unggahan dari peretas data warga Indonesia yang di retas dari data KPU dalam akun @underthebreach, Kamis (21/5/2020). (Foto: Screenshots cuitan pada akun twitter @underthebreach)
Unggahan dari peretas data warga Indonesia yang di retas dari data KPU dalam akun @underthebreach, Kamis (21/5/2020). (Foto: Screenshots cuitan pada akun twitter @underthebreach)

 

 

Sebelumnya, kebocoran data kependudukan itu diketahui melalui unggahan akun Twitter bernama @underthebreach, Kamis (21/5/2020). 

Melalui cuitannya, akun tersebut mengatakan jika sebanyak 2,3 juta data penduduk warga Indonesia tersebar. Data yang tersebar yakni mulai dari nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir dan lainnya. 

"Actor leaks information on 2,300,000 Indonesia citizens. Data includes names, addresses, ID numbers, birth dates, and more (Aktor (peretas) membocorkan informasi 2.300.000 warga Indonesia. Data termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan lainnya," tulis akun @underthebreach.

Diunggahan itu juga terdapat tiga foto yang menunjukkan forum hacker dan data lengkap warga Indonesia yang disensor. 

"Very useful for those who need to make many phone number in ID (u need ID NIK and NKK to registration) or do some phone number mining from it ID, (sangat berguna bagi mereka yang perlu membuat banyak nomor telepon (Anda perlu NIK dan NKK untuk pendaftaran) atau melakukan beberapa penggalian nomor telepon dari ID itu," ungkap peretas.