Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan menggunakan masker berwarna oranye, Minggu (5/4/2020). (Foto: BNPB)
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan menggunakan masker berwarna oranye, Minggu (5/4/2020). (Foto: BNPB)

Persebaran pasien positif Covid-19 masih bertahan di 32 Provinsi di Indonesia. Padahal, harapannya tidak semakin menyebar luas sehingga sebagian daerah melakukan lockdown wilayah.

Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah mengenai kasus Covid-19 menuturkan terdapat penambahan jumlah kasus pasien positif Cocid-19 yang tersebar di beberapa Provinsi di Indonesia. 

"Kami akan melaporkan perkembangan pencatatan kasus konfirmasi positif dari Covid-19 ini. Pada hari ini (5/4/2020), telah bertambah lagi 181 orang konfirmasi positif, sehingga total menjadi 2.273," tuturnya saat Konferensi Pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta, Minggu (5/4/2020) sekitar pukul 15.45 WIB.

Sebarannya di 13 Provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta (96), Jawa Timur (36), Kalimantan Selatan (8), Papua (8), Kalimantan Timur (6), Jawa Barat (5), Banten (4), Sumatera Selatan (4), Bali (3), Sulawesi Selatan (3), DI Yogyakarta (1), Kepulauan Riau (1) dan Riau (1). Provinsi DKI Jakarta per hari ini (5/4/2020) penambahan kasus pasien positif Covid-19 hampir menyentuh angka 200 pasien. 

Untuk kasus pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 ini mengalami penurunan sebanyak 14 pasien, sedangkan kemarin (4/4/2020) berjumlah 16 pasien sembuh.

"Ada 14 orang yang sudah dinyatakan sembuh, sehingga menjadi 164 orang," ujar Achmad Yurianto menggunakan masker berwarna oranye. 

Data tersebut tersebar di empat provinsi di Indonesia yakni, Bali (8), Jawa Tengah (3), Kalimantan Tengah (2) dan Jawa Timur (1). Provinsi Bali menyumbang jumlah pasien yang berhasil sembuh per hari ini (5/4/2020) yang terbanyak. 

Sedangkan untuk pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 ini angkanya menurun yakni 7 orang dibandingkan dengan kemarin (4/4/2020) yang menunjukkan angka 10 orang meninggal dunia. 

"Dan masih ada 7 orang yang meninggal, sehingga totalnya menjadi 198," sebutnya.

Dengan naiknya kasus pasien positif Covid-19 di seluruh Indonesia, Achmad Yurianto kembali mengingatkan bahwa persebaran penyakit masih ada di tengah-tengah masyarakat dengan tanpa merasakan gejala penyakit Covid-19. 

Achmad Yurianto menyebutkan  sampai tanggal (5/4/2020) tenaga kesehatan telah melakukan pemeriksaan kepada ribuan orang. Bahkan, datanya hampir menyentuh angka 10.000 orang yang telah diperiksa. 

"Per tanggal 5 April ini, kami sudah melakukan pemeriksaan di 9.712 warga yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan baik dari pusat sampai ke daerah. Dalam rangka menegakkan diagnosa Covid-19," sebutnya.

Perihal waktu yang telah dekat dengan Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan budaya pulang ke kampung halaman, Achmad Yurianto menegaskan bahwa tunda dulu semua rencana bepergian pada saat-saat ini.

"Lebih baik berada di rumah, tunda semua kepentingan untuk meninggalkan rumah, tunda semua rencana kepergian, bukan hanya ke kampung, tetapi juga ke rumah saudara, ke rumah teman, ke rumah yang lainnya, tunda," tegas Achmad Yurianto yang memberikan Konferensi Pers dengan hashtag di mimbar konferensi yakni #tundamudik. 

Achmad Yurianto menyarankan agar masyarakat menggunakan jaringan telekomunikasi yang telah dimiliki untuk melakukan silaturrahmi jarak jauh dengan keluarga, teman, dan kerabat yang berada di luar daerah tempat tinggal. 

Karena dengan cara seperti itu, minimal masyarakat juga telah berperan aktif dalam mencegah persebaran Covid-19 dan perlahan mengurangi jumlah korban yang berjatuhan. 

"Sadari betul, bahwa kita harus melindungi siapapun, termasuk melindungi orang tua kita yang di kampung, melindungi saudara-saudara kita yang di kampung dan melindungi siapapun yang kita kasihi. Kuncinya adalah disiplin," pungkasnya.