Sertifikasi dan serah terima BPM Kotaku di Kelurahan Sukorejo Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Sertifikasi dan serah terima BPM Kotaku di Kelurahan Sukorejo Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Tim Kotaku Kota Blitar bersama Dinas Perumahan Rakyat Kota Blitar melaksanakan sertifikasi dan serah terima pekerjaan Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) Tahun Anggaran 2019 Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Sukorejo, Selasa (14/1/2020).

Serah terima hasil pekerjaan dan penandatanganan berita acara penerima program Kotaku dihadiri oleh Lurah Sukorejo, Tim Satker PKPBM Kota Blitar, Askor Mandiri Kota Blitar Dedit Agung Dwi P dan Dinas Perumahan Rakyat Kota Blitar. 

Di kesempatan ini secara simbolik Dinas Perumahan Rakyat melalui Tim Satker menyerahkan hasil pembangunan ini kepada Pemerintah Kelurahan Sukorejo.

FX Sumadi, selaku Koordinator BKM menyampaikan di tahun 2019 Kelurahan Sukorejo menerima BPM senilai Rp 1 Miliar. 

Anggaran tersebut dipergunakan untuk pengelolaan kawasan agar terhindar dari kekumuhan.

Beberapa proyek dari anggaran tersebut dijalankan untuk mengatasi kumuh di RW 02, RW 03 dan RW 05.

“Pengurangan kekumuhan, diantaranya dibangun sanitasi, pengelolaan persampahan. Serta kita benahi gang-gang yang semula rabat dan jalan tanah, kita paving menggunakan paving motif 3d,” jelas Sumadi kepada BLITARTIMES.

Sementara itu Haris Yuniansyah selaku senior fasilitator Tim Pendamping Kotaku mengatakan setelah serah terima ini selanjutnya hasil pembangunan dari program BPM Tahun 2019 ini menjadi tanggung jawab dari pemerintah kelurahan Sukorejo.

“Harapan kami pemerintan kelurahan untuk hasil dari program BPM Tahun 2019 ini bisa dirawat dan dijaga dengan baik, agar manfaatnya bisa terus dirasakan oleh masyarakat. Minimal 5 tahun harus terus terjaga dengan baik. Sementara bagi masyarakat, kami pun berharap bangunan ini dapat dipergunakan, dijaga dan dirawat dengan baik pula, karena mendapatkan program dari Kotaku ini tidak mudah, sebagai contoh untuk Kota Blitar ini hanya 3 kelurahan yang mendapat program bantuan di tahun 2019,” kata Haris.

Joko Pratomo selaku tim Pemkot Blitar yang ikut mendampingi Program Kotaku berharap program Kotaku di Kota Blitar ini dapat terus dilanjutkan.

Program Kotaku dirasa masih dibutuhkan untuk mengatasi kekumuhan di beberapa wilayah Kota Blitar. 

Namun demikian Joko menegaskan, untuk Kota Blitar ini kekumuhan yang terjadi masih berada di taraf kumuh ringan.

“Kita di Kota Blitar masih memerlukan program Kotaku. Kami telah melaksanakan pendataan titik-titik kumuh di Kota Blitar. Titik-titik itu diantaranya kalau di Kepanjenkidul itu ada di Pasar Templek, kalau di Sukorejo ada di RW 2, RW 3 dan RW 6, dan di Sananwetan itu ada di sekitar Kebonrojo dan Istana Gebang dan kemudian di sekitaran Kali Lahar. Untuk kawasan yang membutuhkan program Kotaku nanti akan kita usulkan. Untuk Kota Blitar masuk kategori Kumuh Ringan,” tandasnya.(*)