Stopper asing andalan Arema FC, Arthur Cunha yang terancam kembali absen (official Arema FC)

Stopper asing andalan Arema FC, Arthur Cunha yang terancam kembali absen (official Arema FC)



Menjelang menghadapi Persela Lamongan pada Jum'at (20/9/2019) di Stadion Surajaya, Arema FC diprediksi harus bermain tanpa diperkuat lima pemain yang tiga diantaranya adalah palang pintu utama di kompetisi Liga 1 2019.

Arema FC harus melewati fase badai cedera yang saat ini dialami para pemainnya. Dan hal itu didapatkan ketika tim membutuhkan poin di laga tandang.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 2019 ini memiliki jadwal yang cukup padat sehingga membuat semua tim harus memiliki formula yang pas untuk mendapatkan hasil maksimal juga pemain yang terus bugar.

Akan tetapi, karena kerasnya persaingan pada kompetisi membuat pemain harus menerima resiko dari kompetisi tertinggi di Indonesia ini.

Dua pemain sudah mengawali badai cedera Arema FC, mereka adalah Johan Ahmat Farizi atau yang akrab dipanggil John Alfarizi dan Dedik Setiawan.

Lalu disusul oleh Arthur Cunha, Ahmad Nur Hardianto dan Hamka Hamzah yang diprediksi belum bisa dimainkan saat menghadapi Persela Lamongan.

John Alfarizi harus masuk dapur perawatan setelah mengalami cedera tumit kakinya, lalu Dedik Setiawan mendapati cedera pada lutut yang diperkirakan satu bulan lagi baru bisa pulih.

Kemudian Arthur Cunha mendapat cedera di bagian paha saat persiapan melawan Borneo FC lalu. Dan Hardianto kembali mengalami cedera di dekat saluran kencing. Sementara itu, kapten tim Arema FC, Hamka Hamzah menderita sakit tifus sejak menghadapi Borneo FC.

"Dedik belum bisa (bermain), karena (cederanya) kambuh lagi. Mungkin satu bulan lagi baru bisa sembuh," ujar dr. Nanang Tri Wahyudi.

"Untuk Alfarizi saat ini masih pemulihan dari trauma, lalu Arthur juga sepertinya tidak bisa dipaksakan karena takutnya malah tambah parah. Tapi InsyaAllah keduanya bisa dipersiapkan saat lawan (PSS) Sleman," imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini tim pelatih Arema FC harus pintar-pintar dalam meracik sebuah strategi dimana didalamnya juga merotasi pemain untuk laga kandang dan tandang agar mendapatkan hasil maksimal, karena persaingan pada kompetisi Liga 1 2019 semakin ketat.


End of content

No more pages to load