Tiga Pekan Jelang Ramadan, Harga Bawang di Blitar Merangkak Naik

Salah satu pedagang bawang putih dan bawang merah di Pasar Legi, Kota Blitar. (Foto : Team BlitarTIMES)
Salah satu pedagang bawang putih dan bawang merah di Pasar Legi, Kota Blitar. (Foto : Team BlitarTIMES)

MADIUNTIMES, BLITAR – Meski awal bulan Ramadan tahun ini masih akan berlangsung tiga pekan lagi, nyatanya sejumlah komoditas pangan di Kota Blitar mengalami kenaikan. Misalnya harga bawang merah dan bawang putih. Dua jenis komoditas pangan ini harganya tengah meroket.

Ketika pewarta BLITARTIMES mengunjungi beberapa pedagang bawang merah dan bawang putih di Pasar Legi, di sana terpantau harga bawang merah dan bawang putih sama-sama mengalami kenaikan. Sekarang, harga kedua jenis bawang itu mencapai kisaran Rp 40.000 sampai Rp 45.000 per kilogram.

Salah satu pedagang bawang merah dan bawang putih di Pasar Legi Kota Blitar, Yeni Aprilia (30), mengaku  jika harga bawang merah dan bawang putih sama-sama mengalami kenaikan. Dia menguraikan, jenis bawang putih sudah terjadi kenaikan harga sejak sekitar satu minggu yang lalu. Saat itu harga normal bawang putih senilai Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per kilogram.

Sedangkan untuk harga bawang merah, sambungnya, sudah mengalami kenaikan harga lebih awal daripada harga bawang putih. Harga bawang merah untuk saat ini sudah naik sekitar Rp 35.000 sampai Rp 40.000 per kilogram. Semula, harga normal bawang merah sebesar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

Akibat bergejolaknya harga komoditas bawang merah dan bawang putih, Yeni mengaku stok dagangan yang ia jual menjadi berkurang. Saat hari-hari biasa sebelum terjadi kenaikan harga, per hari Yeni bisa mensuplai bawang merah dan bawang putih sebanyak 50 sampai 100 sak. Sekarang, dengan adanya kenaikan harga, dia hanya mampu menyuplai 5 hingga 10 sak. Satu sak bawang merah atau bawang putih seberat 20 kilogram. Per hari, ideal permintaan setiap jenis bawang kisaran 10 sak.

"Sekarang stok berkurang. Sedikit, tiap hari bawang putih 50 sampai 100 sak, per sak 20 kg. Permintaan sehari 10 sak. Kalau harga naik penjualan ikut turun. Biasa sehari 10 sak, sekarang 5 sak," ungkapnya, Senin (15/04/2019).

Menimpali golakan harga dua komoditas pangan jenis bawang merah bawang putih itu, Sri Astutik (42) sebagai pelanggan atau pembeli, merasa cukup keberatan dengan naiknya harga bawang merah dan bawang putih. Jika dalam waktu sebulan memerlukan ketersediaan bawang merah dan bawang putih untuk kebutuhan setiap hari sekitar 4 sampai 5 kilogram, sekarang dia hanya membeli 2 sampai 3 kilogram saja untuk ketersediaan dapur selama satu bulan.

"Pengaruh juga dengan pengeluaran untuk keperluan dapur. Sekarang mahal, harganya naik semua. Mumpung bulan puasa masih lama, pemerintah harusnya bisa menekan harga bawang. Kasihan masyarakat kecil seperti saya," keluh kesahnya di tengah golakan harga bawang merah dan bawang putih.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]madiuntimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]madiuntimes.com | marketing[at]madiuntimes.com
Top