Sidak Bersama Polres, Wali Kota Probolinggo Robohkan Gedung Perjudian

Alimun (Pakaian Biru) saat perang mulut dengan Kapolresta dan Wali Kota Probolinggo sebelum bangunan tempat sabung ayam dirobohkan (Agus Salam/Jatim TIMES)
Alimun (Pakaian Biru) saat perang mulut dengan Kapolresta dan Wali Kota Probolinggo sebelum bangunan tempat sabung ayam dirobohkan (Agus Salam/Jatim TIMES)

MADIUNTIMES, PROBOLINGGO – Setelah sebelumnya sempat adu mulut, Polres Probolinggo Kota akhirnya membongkar bangunan yang digunakan sabung (adu) ayam.  

Bangunan semi permanen yang berlokasi di Jalan KH Hasan Genggong, Gang Bayusari 9, RT5 RW 4, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Mayangan, dibongkar karena meresahkan warga.

Bangunan los berangka bambu beratap di Jalan hardplex gelombang tersebut di tempati judi sabung ayam, berikut cap jiki dan dadu.  

Pada Selasa (12/2) pagi lokasi judi yang sempat menjadi sorotan dan perbindangan nitizen di medsos tersebut, disidak Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, lantaran laporan dari warga.

Dalam sidak tersebut, Habib Hadi ditemui langsung pemilik gudang Alimun. 

Beberapa saat kemudian, keduanya sepakat bangunan yang digunakan kegiatan haram itu, dibongkar sendiri oleh pemiliknya, pada Rabu (13/2/2019) besok pagi. 

Namun, setelah datang Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, bangunan tanpa dinding tersebut, dibongkar. 

Alasannya, pemilik hanya janji-janji saja akan membongkar bangunannya, namun tidak pernah dilaksanakan.

Sempat terjadi perang mulut antara 2 pejabat di Kota Probolinggo dengan pemilik bangunan. 

Jika pembongkaran dilaksanakan hari itu, Alimun akan melaporkan kapolresta pengrusakan.

Ditantang seperti itu, AKBP Alfian tak gentar, malah ia langsung mengambil gergaji mesin (Chainsaw) dan memotong penyangga atap bangunan. 

Aksi tersebut diikuti oleh anggota polresta dan tukang gergaji yang didatangkan.

Karuan saja, dalam waktu kurang dari satu jam, tiga bangunan semi permanen tersebut rata dengan tanah. 

Saat pembongkaran, Alimun dengan nada keras meminta ke wali kota, untuk membersihkan tempat-tempat judi yang betebaran di wilayahnya. 

“Pak wali jangan hanya sini yang dibongkar. Tuh di tempat lain dibersihkan juga. Kalau tidak, akan saya laporkan,” gertak Alimun.

Digertak seperti itu, Habib Hadi tidak keder dan langsung menjawab dengan kalimat. 

Hari itu juga, usai merobohkan bangunan milik Alimun, rombongan wali kota dan kapolresta meluncur ke Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kanigaran. 

Dikelurahan tersebut, Alfian dan Habib Hadi tak hanya membongkar, tetapi membakar bangunan yang menjadi sarang judi.

Sebelum berangkat ke sarang judi yang kedua, Habib Hadi berjanji, akan memusnahkan dan menumpas perjudian yang meresahkan warga seperti lokasi perjudian di belakang rumah Alimun. 

Tentunya, dalam memerangi aksi perjudian pihaknya akan menggandeng polresta. 

“Kalau ada laporan dari masyarakat, langsung kami tindaklanjuti,” katanya ke sejumlah wartawan.

Selain dilarang agama, perjudian lanjut Habib, meresahkan warga dan wajib hukumnya untuk diperangi. 

Tujuannya agar wilayahnya terbebas dari perbuatan melanggar agama dan norma, sehingga masyarakat bisa menjadi tenang dan tentram. 

Mengungat, perjudian akan berdampak pada perbuatan lain, seperti mencuri. 

“Kalau perjudian dibiarkan, dampaknya masyarakat tidak tenang. Lingkungan tidak aman, karena banyak tindak criminal seperti pencurian,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan AKBP Alfian Nurrizal. Pihaknya akan bekerjasama dengan pemkot (Wali Kota) untuk menumpas segala perbuatan yang melanggar aturan seperti judi.

Mengingat, selain warga sekitar terganggu dengan aktivitas haram tersebut juga masyarakat lain resah dengan banyakjnya aksi kejahatan di wilayahnya. 

“Ini tekad dan komitmen kami bersama wali kota. Menumpas segala bentuk perjudian,” katanya singkat.

Saat ditanya, apakah pemilik bangunan nantinya akan ditetapkan tersangka? Kapolresta mengatakan akan mendalami kasus tersebut.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang akan ditetapkan tersangka.

“Tersangka untuk sementara belum ada. Karena saat kami datang tadi, tidak ada kegiatan perjudian. Tapi, masih kami dalami,” pungkas kapolresta sebelum berangkat ke sarang perjudian di Kelurahan Jrebang Kulon.

Di tempat yang sama Alimun mengatakan, tidak ada masalah bangunan yang diduga ditempati judi adu ayam, dibongkar petugas. 

Hanya saja, ia meminta kapolresta dan wali kota untuk tidak tebang pilaih memberantas perjudian. 

Alimun menyabut ada sekitar 4 tempat atau lokasi perjudian yang ia ketahui. 

“Kami minta judi ditempat lain juga diberantas. Ada sekitar 4 lokasi. Di antaranya di terminal Bayuangga,” ujar Alimun saat diminta menyebut lokasinya. 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]madiuntimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]madiuntimes.com | marketing[at]madiuntimes.com
Top