Tulungagung Kekurangan 13 Ribu Vaksin DT

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin

MADIUNTIMES, TULUNGAGUNG – Jalan program Outbreak Response Immunization (ORI) di Tulungagung akan berjalan tersendat. Pasalnya, hingga saat ini Kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Timur itu masih kekurangan sekitar 13 ribu lebih vaksin DT 7 untuk usia 5-7 tahun yang digunakan dalam ORI.

“Kami masih kekurangan sekitar 13.531 vaksin DT untuk usia 5-7 tahun,” ujar kepala Dinas Kesehatan Tulungagung melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Ana Saripah.

Sebanyak 13.531 vaksin itu merupakan bagian dari sekitar 31.099 kebutuhan vaksin DT untuk pelaksanaan ORI di Tulungagung. Dari total jumlah kebutuhan untuk ORI, sekitar 17.568 vaksin telah digunakan untuk pelaksanaan ORI. “Total kebutuhan kami untuk vaksin DT sekitar 31.099 dan sudah terpenuhi 17.568 vaksin,” imbuhnya kepada awak media.

Penyebab kekurangan itu lantaran adanya keterlambatan pengiriman vaksin dari Kementerian Kesehatan RI. “Dari pusat memang belum datang barangnya,” jawab Ana.

Denga adanya keterlambatan pengiriman vaksin itu, ada beberapa puskesmas yang capaian target ORI-nya masih jauh dari target yang telah ditentukan. “Ada beberapa puskesmas yang capaian ORI-nya jauh dari target,” terangnya kepada awak media.

Adapun puskesmas-puskesmas itu antara lain Puskesmas Kalidawir yang capaiannya hanya sekitar 15 persen, Puskesmas Beji 17 persen, Gondang 19 persen, dan Puskesmas Boyolangu 21 persen.

Namun kekurangan vaksin DT itu akan dipenuhi dalam jangka waktu 1-2 minggu ke depan. “Janjinya akan dipenuhi dalam 1-2 minggu,” ucap Ana lebih lanjut. (*)

 

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]madiuntimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]madiuntimes.com | marketing[at]madiuntimes.com
Top