Perhutani Ingin Ajak Masyarakat dan Pemkab Menata Wisata Dampar

Kerusakan yang terjadi akibat gelombang besar pekan lalu (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Kerusakan yang terjadi akibat gelombang besar pekan lalu (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

MADIUNTIMES, LUMAJANG – Perhutani Lumajang menyatakan keprihatinannya atas kerusakan sejumlah warung yang ada di wisata Pantai Dampar Pasirian Lumajang, yang disebabkan oleh terpaan gelombang besar beberapa waktu lalu.

Waka ADM Perhutani di Lumajang, Muchlisin S.Hut kepada media ini mengatakan, seharusnya warung-warung yang ada di pantai Dampar ditata dan dibangun di tempat yang lebih aman, sehingga jika sewaktu-waktu ada gelombang besar, warung-warung tersebut masih aman dari gempuran gelombang.

"Sebenarnya sebelum membangun warung masyarakat harus mengetahui batas terjauh dari ombak di pantai Dampar. Kemudian warung-warung tersebut bisa dibangun 50 meter ke arah darat dari titik tersebut. Jika ini dilakukan, InsyaAllah aman," kata Muchlisin.

Muchlisin juga mengatakan, sesuai dengan ketentuan sebenarnya antara pantai dengan bangunan terdekat harus berjarak 100 meter. Jarak ini dinilai aman untuk bangunan yang berhubungan dengan wisata pantai. 

Karenanya, Perhutani berharap agar kedepan antara Perhutani sebagai pemangku kawasan dan Pemerintah Kabupaten dan masyarakat harus duduk bersama untuk melakukan penataan, baik untuk pengelolaan maupun penataan warung agar bentuknya lebih baik, lebih nyaman untuk wisatawan yang datang ke Pantai Dampar.

"Jika ditata dengan baik, kemudian bentuk warung dibuat sedemikian rupa, maka warung-warung tersebut akan memberikan nilai tambah terhadap wisatawan yang datang ke Pantai Dampar," kata Muchlisin.

Ketika berbicara soal kerusakan sejumlah warung yang ada di Pantai Dampar, Muchlisin menyatakan tidak bisa berbuat banyak, karena sejak awal pembuatannya memang tidak ada koordinasi dengan pihak Perhutani.

"Ya semoga kedepan tidak terjadi lagi, karena sesunggunya gelombang besar itu selalu ada setiap tahun, dan kadang-kadang memang berbahaya," pungkas Muchlisin S.Hut.

 

 

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]madiuntimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]madiuntimes.com | marketing[at]madiuntimes.com
Top