Pengobatan Gratis, Pasien TB Rentan Obat Minim Terdeteksi

Didik Eka, kasi pemberantasan penyakit menular Dinas Kesehatan Tulungagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Didik Eka, kasi pemberantasan penyakit menular Dinas Kesehatan Tulungagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

MADIUNTIMES, TULUNGAGUNGTahun 2016 hingga 2018 ini setidaknya sudah ditemukan 25 pasien tuberkulosis (TB) resisten obat. Dinas Kesehatan mengalokasikan Rp 100 juta per pasien untuk pengobatan pasien TB resisten obat ini.

"Dananya langsung dari APBN," terang Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka, Jumat (13/7).

Dana Rp 100 juta per pasien ini, menurut Didik, untuk pengobatan selama 9 bulan. Sementara untuk TB resisten obat ini membutuhkan waktu pengobatan selama 24 bulan. "Bandingannya dengan TB biasa. Dibutuhkan waktu 6 bulan pengobatan, dengan estimasi Rp 1.000.000 per pasien," jelasnya. 

Sedangkan TB golongan 2 membutuhkan waktu 8 bulan dengan estimasi biaya obat Rp 1.500.000 dan semua obat disediakan  gratis oleh pemerintah. "Yang dibutuhkan adalah pasien ini rutin minum obat. Karena itu salah satu intervensinya adalah, harus ada pendamping minum obat," tambahnya 

Masih kata Didik, TB resisten obat ini bermula pasien dari TB biasa, yang tidak rutin minum obat atau pasien hanya minum obat selama tiga bulan, dari yang seharusnya enam bulan. "Minum obat selama tiga bulan memang sudah terasa sehat bagi pasien. Tapi kumannya jadi kebal terhadap obat," tutur Didik. 

Jika pasien itu menularkan kuman TB, maka pasien baru yang tertular langsung terjangkit TB resisten obat. Karena itu, Didik menekankan, setiap pasien TB harus minum obat secara tuntas sesuai rentang waktu. "Jika ada pasien yang tidak tuntas minum obat, maka akan beresiko menularkan TB resisten obat," tegasnya 

Data tahun 2017, di Tulungagung terdapat 1.049 penderita TB biasa. Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan Organisasi  Kesehatan Dunia (WHO), angka kejadian di Jawa Timur sebesar 289 penderita per 100.000 penduduk.

Dengan jumlah penduduk Kabupaten Tulungagung sebesar 1.000.026 jiwa, maka seharusnya ada 2.984 pasien TB. Sehingga jika diestimasi, masih ada sekitar 1.935 pasien TB yang belum ditemukan. "Berdasarkan hasil survei itu, mereka harus ditemukan. Karena mereka ini sumber-sumber penularan baru," pungkasnya. (*)

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]madiuntimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]madiuntimes.com | marketing[at]madiuntimes.com
Top